Pemimpin adalah abdi rakyat
Hidupnya menyatu dengan masyarakat
kalau takut menghadapi sesuatu jangan terjun menghadapi sesuatu itu
CAGUBSU H Syamsul Arifin SE mengaku tidak akan dendam terhadap lawan-lawan politiknya, meskipun dia mengaku sering mendapat perlakuan dzolim, sejak muncul sebagai kandidat hingga menjelang hari pencoblosan.
“Meskipun sifat dendam merupakan bagian dari sifat manusia, tetapi sebagai hamba Allah SWT, saya tidak akan pernah dendam terhadap lawan-lawan politik, termasuk orang-orang yang mengkhianati saya”,ujar Syamsul Arifin kepada Suara Sumut, kemarin malam.
MEDAN, - Komunikasi politik dengan bahasa yang populer serta kedekatan Syamsul Arifin dengan rakyat, menjadi kunci keunggulan Bupati Langkat ini dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara, dibanding empat calon gubernur lainnya. Syamsul tak pernah menggunakan bahasa formal saat berkomunikasi dengan pemilih yang mayoritas belum mengenyam pendidikan tinggi.
Kemenangan pasangan Syamsul Arifin–Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013 pada Pilgubsu 16 Maret 2008 adalah merupakan kemenangan semua suku di Sumatera Utara.
Hal Itu dikemukakan Koordinator Ya’ahowu Syamsul Arifin (YSA) Kabupaten Nias, Y.Restu Gulo SH kepada Waspada di Gunungsitoli, Rabu (17/4) menanggapi perolehan suara pasangan Syamsul Arifin – Gatot Pujo Nugroho.
Sosok H Syamsul Arifin yang maju mencalonkan diri sebagai gubernur Sumatera Utara (Gubsu) berpasangan dengan Gatot Pudjo Nugroho, tetap tampak biasa, walau tak bisa menyembunyikan rasa kegembiraannya ketika hasil quick count (perhitungan cepat) oleh Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia, dirinya mendapat angka tertinggi pada pemilihan gubernur, 16 April 2008.
Merasa dirinya yakin menang, usai salat magrib berjamaah di Masjid Raya Al Mansun Jalan Sisingamangaraja Medan, Sahabat Semua Suku itu pun sujud syukur.
Komentar Guru dan Teman Sekolah H. Syamsul Arifin

©2007, Himpunan Pendukung Syamsul Arifin
COMMENTS »